Saturday, December 26, 2015

Ahmad Azri Raihan As-Shidiq



AHMAD AZRI RAIHAN AS-SHIDIQ
AZRI adalah nama bayi yang di prediksi pembuahan pada tanggal 13 pebruari 2015. Hal tersebut diketahui saat tes kehamilan menggunakan one made pada tanggal 18 maret 2015 tengah malam dan pagi hari sebelum mbok tukijah meninggal dunia karena meminum sesuatu. Berdasarkan HPTH ( hari pertama terakhir haid) sudah ditentukan tanggal 13 pebruari 2015, maka perkiraan hari kelahiran adalah tanggal 20 November 2015. Dengan mengetahui hal tersebut maka perlindungan terus dilakukan dengan kontrol kehamilan ke bidan miyarsih Ngampel desa Selodono Kec. Ringinrejo Kab. Kediri. Dilakukan rutin setiap 10 hari hingga usia kehamilan 3 bulan. Setelah 3 bulan berjalan ibunda azri meminta untuk kelanjutan kehamilan dilakukan di rumah ibu bapaknya di termas malang Babadan Kec. Patianrowo Nganjuk. Maka berpindahlah ke nganjuk dan perkembangan janin azri di nganjuk di bawah pantauan bidan binti solikah selaku bidan desa. Multi vitamin, susu dan lain-lain diberikan dan di tambah madu sehingga membuat perkembangan bayi azri yang sebelumnya makin surut berat badan ibunya semakin cepat hingga bayi tidak mau berbalik kepala di bawah sehingga disarankan untuk melakukan perawatan di rumah sakit pada bulan ke 7 kehamilan. Namun sebelumnya pernah di USG di tempat praktik dokter I Made kertosono dan di prediksi laki-laki. Ke RSUD Kertosono karena sebagai pasangan baru menjalani kehidupan rumah tangga dan belum mendapatkan rejeki yang lebih baik dari yang dialami orang-orang lain. Maka oleh bidan disarankan mengurus SPM di nganjuk untuk mendapatkan keringanan dari pemerintah dalam perawatan kehamilan. Dengan di bantu Adik Chalim maka diuruslah surat SPM itu hingga bisa turun suratnya dan bisa digunakan untuk control. Sementara pada usia kehamilan 7 bulan tersebut saya tanggal 24 Agustus 2015 berangkat untuk bekerja ke Surabaya karena ada panggilan dari teman yang menawarkan kerja sebagai presenter duta kanker khususnya kanker serviks. Dengan menggunakan sepeda motor dengan harapan mendapatkan riski dan bisa membayar hutang serta melunasi sepeda motor yang saya pinjam dari uang koperasi. Dalam perjalanan saya mampir ke masjid di mojokerto untuk istirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan ke kedung cowek daerah kenjeran. Dengan bertanya polisi dan orang-orang lainnya akhirnya sampailah saya di kedung cowek. Di depan kantor Samsat kedung cowek aku menunggu teman yang memanggilku ke Surabaya sambil minum es tebu  dan setelah ketemu diajak makan di warung pak umar depan pasar nambangan. Dan menuju tempat kerja yang saya kira kantor besar yang ternyata rumah biasa yaitu rumah pak ashari. Tugas yang diberikan ternyata untuk mencari jadwal ke RT/RW untuk melakukan penyuluhan bukan sebagai Presenter seperti yang dikatakan. Dengan berat hati saya coba untuk menjalankan dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Kemanapun ada acara saya ikuti dan tepat 10 hari kerja. Tempat yang dilakukan penyuluhan  karena ada miss komunikasi antara RT yang menyuruh dengan petugas Posyandu lansia acara batal dan saya  mencoba mencari tempat lain dan setelah mendengar adzan duhur saya berhenti di masjid ploso timur dan istirahat hingga setengah dua siang. Karena merasa lelah saat sms an dengan istri di rumah yang mengharapkan kebaikan dan riski,saya ingin pulang ke kost untuk istirahat. Kost saya di Kedinding Tengah Sekolahan No. 33 Rumah kost pak Sumbado dan sesampai di kost saya istirahat hingga waktu ashar dan aku hanya mandi dan shalat ashar di kost. Setelah adzan magrib dengan berbuka air saya selanjutnya pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah. Setelah itu pulang ganti baju dan siap mau berangkat kerja dengan menenteng helm menuju tempat di mana motor saya parker di garasi. Saya mencari motor saya tidak ada, saya liat keluar maupun ke dalam kost tidak ada. Apa yang terjadi dan setelah penjaga kost datang saya Tanya dan tidak tahu. Tiba mas imron/ panjul datang dan member tahu bahwa ada motor AG yang baru lewat dengan buru-buru. Akhirnya kami mengejar dan tidak ketemu. Telephon dari teman rumah yang mau di jadikan tempat penyuluhan pun saya terima dan saya bilang motor saya hilang di curi maling dan orangnya bisa maklum. Namun ternyata rekan kerja tidak mau mengerti dan justru menyalahkan saya pada pertemuan hari jum’at di rumah pak ashari. Rasa mau marah bukan main diri saya, namun saya berhasil meredan dengan mengatakan pada saat di Tanya. Akhirnya hal kehilangan saya sembunyikan dari istri dan keluarganya dan dengan saya berusaha ikhlas menjalani. Namun ketika ingat istri dan keluarga, dengan kehilangan itu membuat saya menangis hingga pada akhirnya saya katakana pada saat pulang ke dua menjelang lahirnya azri setelah kepulangan pertama hari raya idul adha. Saya pulang tanggal 17 Oktober 2015 ke Kediri dahulu  untuk melihat tanah yang hendak saya lantarkan kepada pembeli. Namun sampai saat ini belum ketemu pembelinya. Dan meminjam sepeda motor ke pak dul untuk digunakan ke rumah nganjuk dalam rangka persiapan hari kelahiran azri. Dengan berjalannya waktu tepat pada tanggal 29 Oktober 2015 ibunda azri harus masuk rumah sakit untuk persiapan kelahiran dengan di bantu bidan aminin ketika control , dan dokter Yudha saat operasi pada tanggal 30 Oktober 2015 tepat hari Jum’at pukul 10.10 WIB. Dan lahirlah anak Ahmad Azri Raihan As-Shidiq.

Di Rumah Sakit Umum Daerah kertosono hingga hari senin karena hendak pulang panasnya cukup tinggi saat hari Minggu. Dan saat hendak pulang membayar administrasi yang tidak di cover oleh Pemerintah sebesar Rp. 275.000,-. Dan pulangnya tepat tengah hari pukul 12.00 WIB dengan menggunakan becak motor karena yang diharapkan bisa menjemput sedang mengirim barang ke Kediri. hari rabu tanggal 3 November 2015 azri di bawa ke pustu untuk pemberian imunisasi BCG. Hari Jum’at 5 November 2015 pukul 19.00 WIB sampai selesai diadakan acara tasyakuran kelahiran Ahmad Azri Raihan As-Shidiq dengan dilakukan pemotongan rambut saat pembacaan shalawat nabi. Pada usia satu bulan dilakukan penimbangan dan pemberian imunisasi folio dan Hepatitis B serta di timbang yang berat awalnya 3,5 Kg menjadi 4,5 Kg. kini usia 2 bulan kurang sudah belajar miring ke kiri dan kanan serta nangis manja yang mulai keras. Yaa allah hanya kepada-Mu hamba selalu bersyukur. Mudahkanlah riski untuk kami dan anak cucu kami hingga yaumil kiamah. amin