AHMAD AZRI
RAIHAN AS-SHIDIQ
AZRI
adalah nama bayi yang di prediksi pembuahan pada tanggal 13 pebruari 2015. Hal
tersebut diketahui saat tes kehamilan menggunakan one made pada tanggal 18
maret 2015 tengah malam dan pagi hari sebelum mbok tukijah meninggal dunia
karena meminum sesuatu. Berdasarkan HPTH ( hari pertama terakhir haid) sudah
ditentukan tanggal 13 pebruari 2015, maka perkiraan hari kelahiran adalah
tanggal 20 November 2015. Dengan mengetahui hal tersebut maka perlindungan
terus dilakukan dengan kontrol kehamilan ke bidan miyarsih Ngampel desa
Selodono Kec. Ringinrejo Kab. Kediri. Dilakukan rutin setiap 10 hari hingga
usia kehamilan 3 bulan. Setelah 3 bulan berjalan ibunda azri meminta untuk
kelanjutan kehamilan dilakukan di rumah ibu bapaknya di termas malang Babadan
Kec. Patianrowo Nganjuk. Maka berpindahlah ke nganjuk dan perkembangan janin
azri di nganjuk di bawah pantauan bidan binti solikah selaku bidan desa. Multi
vitamin, susu dan lain-lain diberikan dan di tambah madu sehingga membuat
perkembangan bayi azri yang sebelumnya makin surut berat badan ibunya semakin
cepat hingga bayi tidak mau berbalik kepala di bawah sehingga disarankan untuk
melakukan perawatan di rumah sakit pada bulan ke 7 kehamilan. Namun sebelumnya
pernah di USG di tempat praktik dokter I Made kertosono dan di prediksi
laki-laki. Ke RSUD Kertosono karena sebagai pasangan baru menjalani kehidupan
rumah tangga dan belum mendapatkan rejeki yang lebih baik dari yang dialami
orang-orang lain. Maka oleh bidan disarankan mengurus SPM di nganjuk untuk
mendapatkan keringanan dari pemerintah dalam perawatan kehamilan. Dengan di
bantu Adik Chalim maka diuruslah surat SPM itu hingga bisa turun suratnya dan
bisa digunakan untuk control. Sementara pada usia kehamilan 7 bulan tersebut
saya tanggal 24 Agustus 2015 berangkat untuk bekerja ke Surabaya karena ada
panggilan dari teman yang menawarkan kerja sebagai presenter duta kanker
khususnya kanker serviks. Dengan menggunakan sepeda motor dengan harapan
mendapatkan riski dan bisa membayar hutang serta melunasi sepeda motor yang
saya pinjam dari uang koperasi. Dalam perjalanan saya mampir ke masjid di
mojokerto untuk istirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan ke kedung cowek
daerah kenjeran. Dengan bertanya polisi dan orang-orang lainnya akhirnya
sampailah saya di kedung cowek. Di depan kantor Samsat kedung cowek aku
menunggu teman yang memanggilku ke Surabaya sambil minum es tebu dan setelah ketemu diajak makan di warung pak
umar depan pasar nambangan. Dan menuju tempat kerja yang saya kira kantor besar
yang ternyata rumah biasa yaitu rumah pak ashari. Tugas yang diberikan ternyata
untuk mencari jadwal ke RT/RW untuk melakukan penyuluhan bukan sebagai
Presenter seperti yang dikatakan. Dengan berat hati saya coba untuk menjalankan
dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Kemanapun ada acara saya ikuti
dan tepat 10 hari kerja. Tempat yang dilakukan penyuluhan karena ada miss komunikasi antara RT yang
menyuruh dengan petugas Posyandu lansia acara batal dan saya mencoba mencari tempat lain dan setelah
mendengar adzan duhur saya berhenti di masjid ploso timur dan istirahat hingga
setengah dua siang. Karena merasa lelah saat sms an dengan istri di rumah yang
mengharapkan kebaikan dan riski,saya ingin pulang ke kost untuk istirahat. Kost
saya di Kedinding Tengah Sekolahan No. 33 Rumah kost pak Sumbado dan sesampai
di kost saya istirahat hingga waktu ashar dan aku hanya mandi dan shalat ashar
di kost. Setelah adzan magrib dengan berbuka air saya selanjutnya pergi ke
masjid untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah. Setelah itu pulang ganti
baju dan siap mau berangkat kerja dengan menenteng helm menuju tempat di mana
motor saya parker di garasi. Saya mencari motor saya tidak ada, saya liat
keluar maupun ke dalam kost tidak ada. Apa yang terjadi dan setelah penjaga
kost datang saya Tanya dan tidak tahu. Tiba mas imron/ panjul datang dan member
tahu bahwa ada motor AG yang baru lewat dengan buru-buru. Akhirnya kami
mengejar dan tidak ketemu. Telephon dari teman rumah yang mau di jadikan tempat
penyuluhan pun saya terima dan saya bilang motor saya hilang di curi maling dan
orangnya bisa maklum. Namun ternyata rekan kerja tidak mau mengerti dan justru
menyalahkan saya pada pertemuan hari jum’at di rumah pak ashari. Rasa mau marah
bukan main diri saya, namun saya berhasil meredan dengan mengatakan pada saat
di Tanya. Akhirnya hal kehilangan saya sembunyikan dari istri dan keluarganya
dan dengan saya berusaha ikhlas menjalani. Namun ketika ingat istri dan
keluarga, dengan kehilangan itu membuat saya menangis hingga pada akhirnya saya
katakana pada saat pulang ke dua menjelang lahirnya azri setelah kepulangan
pertama hari raya idul adha. Saya pulang tanggal 17 Oktober 2015 ke Kediri
dahulu untuk melihat tanah yang hendak
saya lantarkan kepada pembeli. Namun sampai saat ini belum ketemu pembelinya.
Dan meminjam sepeda motor ke pak dul untuk digunakan ke rumah nganjuk dalam
rangka persiapan hari kelahiran azri. Dengan berjalannya waktu tepat pada
tanggal 29 Oktober 2015 ibunda azri harus masuk rumah sakit untuk persiapan
kelahiran dengan di bantu bidan aminin ketika control , dan dokter Yudha saat
operasi pada tanggal 30 Oktober 2015 tepat hari Jum’at pukul 10.10 WIB. Dan
lahirlah anak Ahmad Azri Raihan As-Shidiq.
Di
Rumah Sakit Umum Daerah kertosono hingga hari senin karena hendak pulang
panasnya cukup tinggi saat hari Minggu. Dan saat hendak pulang membayar
administrasi yang tidak di cover oleh Pemerintah sebesar Rp. 275.000,-. Dan
pulangnya tepat tengah hari pukul 12.00 WIB dengan menggunakan becak motor
karena yang diharapkan bisa menjemput sedang mengirim barang ke Kediri. hari
rabu tanggal 3 November 2015 azri di bawa ke pustu untuk pemberian imunisasi
BCG. Hari Jum’at 5 November 2015 pukul 19.00 WIB sampai selesai diadakan acara
tasyakuran kelahiran Ahmad Azri Raihan As-Shidiq dengan dilakukan pemotongan
rambut saat pembacaan shalawat nabi. Pada usia satu bulan dilakukan penimbangan
dan pemberian imunisasi folio dan Hepatitis B serta di timbang yang berat
awalnya 3,5 Kg menjadi 4,5 Kg. kini usia 2 bulan kurang sudah belajar miring ke
kiri dan kanan serta nangis manja yang mulai keras. Yaa allah hanya kepada-Mu
hamba selalu bersyukur. Mudahkanlah riski untuk kami dan anak cucu kami hingga
yaumil kiamah. amin

